Tag Archives: kolera

Vibrio

Nur Hidayat

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan. Sebagian besar organisme memiliki kandungan air yang lebih dari 50 %. Oleh sebab itu kebutuhan akan air yang dapat dikonsumsi dengan aman menjadi persyaratan yang penting dalam kehidupan ini. Manusia selalu berusaha bagaimana agar kebutuhan air untuk minum dan kebutuhan lainnya terpenuhi dengan baik sehingga tetap menyehatkan ketika dikonsumsi. Namun demikian, saat ini kondisi air semakin lama semakin memburuk, adanya intrusi air laut  dan juga cemaran limbah dan mikroorganisme menjadikan kualitas air dipertanyakan.

Mikroorganisme, dalam kehidupannya sangat membutuhkan air. Daerah yang lembab akan mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Berkaitan dengan kualitas air maka mikroorganisme yang sering menjadi focus perhatian adalah yang berasal dari kotoran manusia ataupun ternak. Limbah cair rumah tangga dan juga limbah cair dari areal pertanian seringkali mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa mikroorganisme yang sering mendapat perhatian karena menyebabkan penyakit adalah Vibrio cholera penyebab penyakit kolera, Salmonella enteric supsp enteric  serovar paratyphi penyebab demam tipus, Shigella dysenteriae penyebab disentri, dan sebagainya.

Vibrio merupakan bakteri berbentuk  batang Gram negative dengan flagella polar tunggal, fakultatif anaerob yang mampu melakukan fermentasi dan respirasi. Sodium akan menstimulasipertumbuhannya. Kebanyakan spesies genus ini adalah oksidase positif dan mereduksi nitrat menjadi nitrit.  Vibrioa adalah bakteri akuatik. Spesies ini distribusinya tergantung pada konsentrasi sodium dan suhu air. Vibrio sangat umum dijumpai di laut dan lingkungan perairan baik yang hidup bebas ataupun yang terdapat pada permukaan dan saluran cernak binatang laut. Selain di laut, bakteri ini jufa dapat dijumpai di aur tawar.

Beberapa spesies yang penting adalah V. cholerae, V. parahaemolyticus, V. vulnificus. Beberapa mampu menginfeksi manusia misalnya: Vibrio alginolyticus, Vibrio cholerae O1 and O139, Vibrio fluvialis, Vibrio furnissii, Vibrio harveyi, Vibrio mimicus dan sebagainya. Saat ini spesies yang paling penting adalah V. chloreae, sedangkan V. alginolyticus dapat diisolasi dari jaringan yang terinfeksi. V. fluvialis, Grimontia hollisae (V. hollisae), dan V. mimicus dapat menyebabkan diare atau infeksi saluran pencernaan. V. cholera dapat tumbuh pada suhu 400C dengan pH 9 – 10. Pertumbuhan distimulasi oleh adanya NaCl.

Pustaka:

João P. S. Cabral.  Water Microbiology. Bacterial Pathogens and Water.  Int. J. Environ. Res. Public Health 2010, 7, 3657-3703