Bioremediasi Karbamat oleh Bakteri

Keberadaan pestisida di alam merupakan masalah besar bagi lingkungan karena bersifat toksik bagi manusia dan hewan dan juga kualitas lingkungan. Pestisida sendiri awal mulanya dibutuhkan petani untuk melawan serangga agar produktivitas pertanian meningkat sehingga kebutuhan pangan manusia terpenuhi, namun tanpa disadari penggunaan pestisida kini menjadi maslah tersendiri bagi manusia dalam kaitannya dengan lingkungan.
Produksi secara komersial pestisida karbamat sudah dimulai sekitar 60 tahun yang lalu dengan diproduksinya chloropropham (isopropyl N-(3-chlorophenyl) carbamate; yang umum digunakan untuk kentang sekaligus dapat berfungsi sebagai herbisida. Senyawa ini resisten terhadap hidrolisis dan oksidasi sehingga mikroorganisme yang mampu melakukan bioremediasi senyawa ini sangatlah terbatas. Beberapa bakteri pembentuk biofilm mampu melakukan perombakan senyawa ini dalam waktu 48 jam. Beberapa contoh bakteri perombak karbamat adalah Achromobacter denitrificans , Delftia acidovorans , Delftia tsuruhatensis, Pseudomonas umsongensis, dan Pseudomonas nitroreducens. untuk lengkapnya dapat dilihat di APPLIED AND ENVIRONMENTAL MICROBIOLOGY, July 2011, vol 77 no 14 p. 4728–4735.
Dari uraian di atas dapat kita mabil hikmah bahwa manusia seringkali berbuat gegabah dengan membuat sesuatu yang tidak dipikirkan dampaknya di kemudian hari, setelah menjadi masalah barulan mereka menyerahkan penyelesaiannya pada ciptaan Allah. Jadi? Masihkan kita mengingkari bahwa Allah menciptakan sesuatu tidaklah sia-sia? Kadang kita tak tahu fungsinya dan baru diketahui beberapa waktu kemudian.
Maha benar Allah dengan segala firmannya.