Seminar Nasional hasil Penelitian Hayati di LSIH UB

Malang, 26 Juli 2010

LSIH-UB menyelenggarakan Seminar Nasional dengan bertajuk “Potensi Spesies Indigenous Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (26/07) ini adalah puncak peringatan ulang tahun yang ke-3 lembaga penelitian ini.
Acara diikuti oleh 69 peserta dari Universitas Brawijaya dan beberapa universitas lainnya seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Politeknik Jember, STIKES Surya Mitra Husada Kediri, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Lambung Mangkurat Samarinda, KR-Purwodadi-LIPI dan Universitas Islam Negeri Malang.
Acara dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof.Dr.Ir. Bambang Suharto, MS yang menjelaskan tentang perkembangan LSIH-UB selama 3 tahun terutama partisipasinya dalam mendukung UB menuju WCU (World Class University). Misalnya saja ketika melakukan kerja sama dengan Kentucky University,USA dalam penyelenggaraan Training DNA, di bidang penelitian dan publikasi internasional dengan Nottingham University, UK dan Kessel University, Jerman.
LSIH UB juga sering mengadakan kegiatan kerjasama penelitian dengan berbagai kampus dalam negeri. Baru-baru ini, para delegasi dari Universitas Nusa cendana hadir dalam rangkaian kegiatan studi banding untuk mengetahui bentuk manajemen laboratorium terutama di LSIH-UB dan kedepannya mereka ingin mengadakan kerjasama dalam hal analisis uji di LSIH-UB.
Sebelum memasuki acara utama yaitu sidang utama, para peserta beserta pemateri diajak untuk melihat fasilitas-fasilitas alat yang terdapat di LSIH-UB, dimulai dengan Laboratorium Proksimat dan Mikrobiologi Pangan yang terdapat di Lantai 3 dan Laboratorium Molekuler dan Seluler di lantai 2 yang terbagi dalam 3 ruang yaitu 1). Ruang Analisis Molekuler yang terdapat alat-alat besar seperti Ultrasentrifus, Gene Pulser, IEF Protean Cell, Chemidoc Gel Imaging; 2). Ruang FluoView terdapat Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM); 3). Ruang Kultur Sel dan Manipulasi Embrio yang terdapat cytovision untuk analisis Kromosom, dan Mikroskop Micromanipulator.
Sidang utama dengan diisi oleh 4 orang pemateri yaitu Prof.dr. Amin Soebandrio, Ph.D (Staff Kementerian RISTEK-RI) yang mempresentasikan tentang “Penyakit dan Gizi”, Dr. Ingrid S. Surono, M.Sc (Seameo Tropmed RCCN-UI) yang mempresentasikan tentang “Pemanfaatan Biodiversitas Indonesia Bagi Kesehatan”, Ir. Mariam Januwati, MS.,APU (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO)) yang mempresentasikan tentang “Pemanfaatan Tanaman Obat Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat” dan Prof,Dr.dr. M. Rasjad Indra, MS (FK-UB) yang mempresentasikan tentang “Herbal Medicine”. Selain diadakanya sidang utama, dalam seminar ini juga diadakan sidang pararel yang diikuti oleh 32 peserta yang masing-masing mempresentasikan hasil penelitiannya terutama penelitian di bidang hayati. [Fit]

KARIOTYPING DAN ANALISIS GENETIK MANUSIA

Gatot Ciptadi

1.PENDAHULUAN

Analisis kromosom atau karyo tiping merupakan tool dan bagian yang sangat penting untuk analisis awal genetika. Beberapa abnormalitas genetik telah bisa dideteksi pada level kromosom dan biasanya terkait dengan kelainan genetik atau penyakit yang heriditer. Dengan demikian informasi yang akurat dan lebih awal perlu diperoleh untuk keperluan  pencegahan-pencegahan terhadap resiko kemunculan abnormalitas genetik.

Pada perkembangan analisis kromosom yang terbaru, sekarang ini menjadimetode preparasi dan analisis  lebih cepat dan akurat dengan bantuan software untuk membuat pelaporan dari hasil analisis. Informasi yang didapat dari karyotiping tidak hanya penting bagi deteksi penyakit heriditer secara lebih dini tetapi juga akan menyumbangkan perkembangan keilmuan yang sangat penting untuk mengambil kebijakan-kebijakan kesehatan genetik di masa datang. Disisi lain, kebutuhan akan informasi analisis abnormalitas genetik, khususnya pada pasien dengan dugaan mengalami kelainan genetik makin meningkat. Analisis genetik ini juga diperlukan sebagai data penunjang bagi terapi medisterkait.

LSIH-UB dengan fasilitas preparasi dan SDM yang memadai (baik) siap untuk memberikan pelayanan pada custumer yang memerlukan hasil analisis kromosom manusia maupun  jasa konsultant genetik sesuai kebutuhan custumer.

2. BIAYA UJI  KROMOSOM

Biaya analisis kromosom meliputi preparasi ,isolasi sample, kromosom, analisis dan pelaporan data (termasuk gambar) adalah Rp. !.500.000,- (satu juta lima ratus ruliah). di bayarkan langsung ke LSIH, sebelum tanggal pengambilan/pengiriman sample darah.

3. TATA CARA /PROSEDUR UJI;

1.  Pasien /Custumer mengajukan permintaantertulis ke pada LSIH

2. Custumer (pasien), datang ke Klinik UB untuk diambil darahnya, atau dikirim sample darah sebanyak 5 ml dalam tabung venoject heparin, dibawa dalam temperatur dalam termos 5 0C ( dalam es)

3. Hasil uji akan diberikan maksimal dalam 15 hari kerja setelah pengambilan sampel, kecuali ada gangguan teknis sehingga pengambilan sampel darah harus diulang.

4. Laporan akan diberikan ke pada pasien dalam bentuk laporan tertulis (hasil analisis dan gambar kromosom utuh serta hasil analisis karyotiping)

5. Jika pasien memerlukan konsultasi, LSIH akan membantu pasien tentang terkait dengan hasil analisis karyotiping

TENAGA AHLI DAN KONSULTAN GENETIK

Pelaksana karyotiping ada laboran yang cukup berpengalaman dengan tingkat keberhasilan karyotiping yang baik. Tim analisis karyotiping didukung oleh pakat genetik UB  antara lain Prof dr. Rasyad Indra,  Dr. Gatot Ciptadi dan Fatchiyah PhD.

WAKTU PENGUJIAN DAN HASIL ANALISIS

Hasil Analisis karyotyping berupa foto asli dari preparasi standart karyotiping (G banding) dan  dianalissi dengan bantuan software Cytovision (……..)  untuk menganalisis normalitas/ abnormalitas kromosom.

Waktu pengujian adalah 15 hari setelah penyerahan/pengambilan sampel darah kecuali jika ada kesulitas teknis sehingga preparasi  uji kromosom perlu diulang

INFORMASI LANJUT:

Informasi yang lebih lengkap bisa ditanyakan langsung ke LSIH-UB

Alamat :

No telpon, Fax email

Contact Person : Helly N Kamalia, Ika.

Workshop Manajemen Laboratorium

workshp 5 – 8 Juli 2010

pelatihan
pelatihan

Dalam rangkaian acara ulang tahun ke-3, LSIH-UB mengadakan workshop manajemen laboratorium penelitian yang dimulai pada hari ini (5/7) sampai dengan hari kamis (8/7) yang diikuti oleh 21 peserta yang yang berasal dari  mana saja sebutkan RSU Prov NTB, Biologi Unair, Biologi UM dan UB Acara dibuka oleh direktur LSIH-UB yang memperkenalkan LSIH-UB berikut fasilitas-fasilitas pendukungnya. Workshop ini terbagi dalam 3 sub tema yaitu 1). Manajemen Laboratorium Berbasis ISO 17025:2005 oleh  Direktur Dra. Fatchiyah, M.Kes.,Ph.D, Manajer Mutu Ir. Nur Hidayat, MP, Manajer Administrasi Dr.Ir. Gatot Ciptadi, DESS., dan Kepala Divisi Teknologi Pangan Dr.Ir. Joni Kusnadi, MS.,2). Penanganan Bahan Berbahaya dan Keselamatan Kerja Laboratorium oleh Deputi Dr.drg. Nur Permatasari, MS dan Kepala Divisi Molekuler dan Seluler Dr. Sri Widyarti, MS; 3). Manajemen riset oleh Kepala Divisi Agrokompleks Prof.Dr.Ir. Kuswanto, MS, Manajer Kerjasama Prof.Dr.dr.M.Rasjad Indra.,MS, dan 2 orang dari Lemlit-UB Prof.Dr.Ir. Siti Chuzaemi, MS dan Dr. Purwadi. Selain pemberian materi, para peserta juga mendapatkan praktek kegiatan manajemen laboratorium. Adapun peserta yang mengikuti workshop manajemen laboraorium ini antara lain Drs. Agus Supriyanto, Apt. (RSU Prov. NTB, Instalasi Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Mataram), Drs. Zainul Muttaqin (RSU Prov. NTB, Instalasi Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Mataram), Drs. Hari Supriandono (Biologi UNAIR), Sunarto, ST. (UNAIR), Endang Suarsini (Biologi Univ. Negeri Malang), Titin Andri W., S.Kp.,M.Kes (FKUB) dan 8 orang staff LSIH UB.

Diadakannya workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan terhadap staf-staf laboratorium dalam menata dan memperbaiki manajamen laboratorium penelitian guna menunjang kegiatan penelitian dan analisa uji sesuai dengan standar ISO 17025:2005 [Fit].